BNI Sekuritas dan KP BEI Medan Edukasi SPM Level II ke Mahasiswa USU

 

Lebih dari 60 mahasiswa sarjana maupun pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) belajar untuk menjadi investor di pasar modal. Edukasi diselenggarkaan oleh Kantor Perwakilan (KP) Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama BNI Securities yang didukung oleh Ketua Program Studi Pascasarjana S2/S3 Akuntansi USU Prof. Ade Fatma Lubis dan BNI Securities di Aula Fakultas Ekonomi USU, Rabu (18/2).

Sekolah Pasar Modal (SPM) level II tersebut ditujukan guna meningkatkan pehamaman para mahasiswa lebih dalam mengenai seluk-beluk berinvestasi di pasar modal yang terdiri dua sesi. Sesi pertama pada sekolah pasar modal (SPM) level dua dibawakan oleh Yoseph Kaburuan, Pelatih dari Kantor Perwakilan BEI Medan. Sesi tersebut membahas mengenai derivative dan structured product, fixed income, reksa dana, dan lainnya. Sesi kedua dilanjutkan oleh Tengku Hendra, Pelatih dari BNI Securities yang mengajarkan analisis saham, market update, dan lainnya.

Yoseph dalam presentasinya menekankan banyak masyarakat salah tafsir mengenai berinvestasi pasar modal. Maraknya penipuan investasi bodong membuat masyarakat cemas atau ragu untuk berivestasi di pasar modal seperti di pasar saham, obligasi maupun reksadana. Padahal, umumnya investasi bodong bukanlah bagian dari pasar modal, melainkan pasar forex atau komoditi berjangka.

“Perdagangan forex atau valas dan komoditi bukan bagian dari pasar modal, dan tidak diatur oleh BEI. Kami kaget para nasabah datang ke kami komplain masalah penipuan. Padahal, kalaupun mereka tertipu seharusnya melapornya ke Otoritas Jasa Keuangan. Tapi kalau kena tipu oleh perusahaan valas atau komoditi lapornya ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” terangnya.

Ia pun menerangkan para mahasiswa perlu memahami berbagai produk dan mengenali risiko masing-masing produk tersebut sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Terdapat pasar saham, obligasi, dan reksadana sebagai instrumen untuk mengembangkan dana. Masing-masing pasar memiliki karakteristik risiko dan menawarkan keuntungan yang berbeda-beda.

“Jika ingin mendapatkan keuntungan dan risiko yang besar, sebaiknya berinvestasi di pasar saham. Bila ingin yang agak aman tanpa risiko tinggi berinvestasilah di pasar obligasi. Kalau misalkan kita beli saham BNI berarti kita punya saham di BNI. Tapi kalau kita beli surat utang itu beda dengan kita beli saham. Kalau beli obligasi artinya mengutangkan dana kita ke mereka dan menikmati kuponnya per periode,” paparnya.

Hendra, yang hadir sebagai pemateri kedua mengajarkan berbagai hal teknis menyangkut analisis pasar saham. Ia memaparkan segala teknik dan tools yang dipakai untuk menilai prospek pasar saham. Ia memaparkan kepada para hadirin dalam analisis fundamental terdapat dua  pendekatan, pendekatan top down analysis yaitu makro ekonomi dan pengaruhnya terhadap sektor usaha, dan perkembangan usaha emiten atau perusahaan yg tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan pendekatan analisis bisnis, manajemen dan keuangan untuk mengkalkulasi target harga saham sebagai dasar investasi.

Kedua, pendekatan bottom up, fokus utama tertuju pada analisis emiten sehubungan perkembangan usaha, manajemen, dan keuangan perusahaan untuk kalkulasi target harga saham, kemudian dilanjutkan ke sektor usaha dan terakhir dilihat makro ekonomi global, regional dan Indonesia. Penentuan target harga ke depan dari suatu saham dibandingkan dengan harga saat ini, apabila harga saat ini lebih murah, maka akan terdapat potensi keuntungan, bagi investor yang lebih konservatif bisa dihitung nilai intrisik saham tersebut dan dicari saham yang discount dibandingkan dengan nilai intrisik untuk mendapatkan margin of safety dalam investasi.

Analisis teknikal merupakan teknik atau seni analisis grafik harga saham dengan berbagai pendekatan diantaranya : dow theory, candlestick, price movement, analisis trend  harga saham apakah naik, turun atau konsolidasi, support dan resisten, indikator yang terdiri dari RSI (relative strength index), William R%, MACD, stochastic dan volume, serta teknik aplikasi dengan kombinasi dari berbagai indikator tersebut.

Prof. Ade Fatma Lubis pelopor ide berdirinya Galeri BEI di USU juga turut hadir dalam SPM tersebut. Dosen Ekonomi tersebut tampak antusias mengikuti seluruh sesi kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada para pelatih. “Saya juga ikut belajar walaupun saya sudah banyak belajar,” katanya saat membuka SPM tersebut. (ti)

author

Leave a reply "BNI Sekuritas dan KP BEI Medan Edukasi SPM Level II ke Mahasiswa USU"